Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan pembuatan sumur bor di enam titik

 
Humas Cianjur – KEBERADAAN sumur bor diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi krisis air bersih bersamaan kemarau. Di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan pembuatan sumur bor di enam titik. Empat titik sudah selesai dan dua titik lagi dalam proses penyelesaian.
 
“Tahun ini, kami (Kementerian ESDM) menargetkan pembuatan sumur bor di Kabupaten Cianjur sebanyak enam titik. Yang sudah diselesaikan sebanyak 4 titik. Selebihnya dalam proses pengeboran,” kata Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Saryono Hadiwidjoyo, usai penyerahan sekaligus peresmian sumur bor air bersih di Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Rabu (11/9).
 
Empat titik sumur bor yang sudah diselesaikan berada di Desa Girimulya Kecamatan Cibeber, Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran, Desa Murnisari Kecamatan Sukaluyu, dan Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu. Sedangkan yang masih dalam tahap pengeboran berada di Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu dan Desa Susukan Kecamatan Cibeber.
 
Sumur bor di Desa Girimulya memiliki kedalaman konstruksi 125 meter, pompa selam 3 PK, reservoir (bak penampung) 5 ribu liter, bangunan rumah genset 1 unit, jaringan listrik 4.400 watt, dan rumah sumur bor. Rata-rata debit airnya mencapai 2 liter per detik.
 
“Dengan kapasitas debit air sebanyak itu, kami perkirakan bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.880 jiwa,” jelas dia.
 
Tahun ini Kementerian ESDM menargetkan pembangunan sebanyak 650 titik sumur bor. Keberadaannya tersebar di di 312 kabupaten tersebar di 33 provinsi. Di Jawa Barat termasuk di dalamnya Kabupaten Cianjur, targetnya terdapat sebanyak 57 titik sumur bor.
 
“Sementara sampai akhir 2018, kami telah berhasil membangun sebanyak 2.288 titik sumur bor tersebar di 312 kabupaten di 33 provinsi di seluruh wilayah Indonesia dengan kapasitas air bersih mencapai sekitar 144,4 juta meter kubik per tahun. Debit airnya bisa melayani sekitar 6,6 juta jiwa,” bebernya.
 
Saryono mengatakan program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dirasakan efektif. Buktinya, keberadaan sumur bor itu telah membantu mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah yang notabene sulit air. Kementerian ESDM berupaya maksimal meningkatkan anggaran program tersebut.
 
“Sehingga kami bisa membangun lagi lebih banyak sumur bor dalam di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang masih kesulitan mendapat pasokan air bersih. Banyak faktor suatu daerah kesulitan air, di antaranya karena kondisi alam maupun keterbatasan kemampuan pendanaan masyarakat,” ungkapnya.
 
Asda II Setda Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono, mengapresiasi Kementerian ESDM maupun wakil rakyat di DPR RI yang telah membantu pembangunan sumur bor di Kabupaten Cianjur. Ia berharap, keberadaan sumur bor tersebut bisa dijaga pemanfaatannya karena akan membantu penyediaan pasokan air bersih bagi masyarakat setempat.
 
“Harus kita syukuri dan manfaatkan bantuan ini. Jaga baik-baik karena sumur bor ini untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Yanto yang mewakili Plt Bupati Cianjur Herman Suherman karena berhalangan hadir.
 
Menurut Yanto bersamaan kemarau sekarang, air tentu sangat diperlukan. Sebab, air merupakan kebutuhan pokok yang selalu harus terpenuhi setiap saat.
 
“Kami tentu berbangga adanya perhatian dari pemerintah pusat terhadap Kabupaten Cianjur, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat,” pungkasnya.
 
Hadir pada kesempatan itu Dandim 0608 Cianjur Letkol Rendra Dwi Ardhani, unsur Muspika setempat, pejabat di lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM, serta tokoh masyarakat Desa Girimulya. (hms)
 
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *